Halaman

Senin, 14 Oktober 2013

Apa itu Bunga?

Apa itu bunga?
Tahu kah kalian apakah Itu bunga?
Tidak semua yang cantik itu bunga.
Bisa saja ia hanya plastik yang diberi wewangian.

Apa itu bunga?
Bukan.
Itu hanya plastik yang dibentuk Bunga.
Ia tak mampu menjaga auratnya, menjaga kesucianya,
dan Ia hanya berhiaskan debu dunia.

Lantas yang mana bunga itu?
Bunga yang sesungguhnya ialah.
Ia yang cantik tanpa hiasan dunia,
yang anggun dengan terjaga auratnya,
dan mulia karena kesucianya.
Ia tampil apa adanya
dengan harum dari kebersihan aqidahnya
dan manis dari kemurni akhlak yang ia miliki.

Jadi yang manakah perwujudanmu?
Bunga penghias meja?
Atau bunga penghias surgawi?

Kamis, 05 September 2013

Pecahan Kaca

Apa kau mrasa memikiki permata itu?
Tidak.
Coba kau genggam.
Semakin kau genggam,
Semakin luka dan berdarah tangan mu.
Itu bukti yang kau miliki bukanlah permata.
Namun yang ada ditangan mu adalah,
Pecahan Kaca.

Hikmah 05/09/2013

Jangan pernah kamu menggerutui orang yang tidak bisa melakukan apa yang bisa kamu lakukan. Apalagi mencaci dan melecehkanya.
Ingat, itu adalah sebagian karunia الله untukmu.
Ingat الله melebihan setiap insan pada porsi dan bagian yang berbeda.
Jangan berbangga diri dengan apa yang menjadi milik الله apalagi menyombongkan diri.

Transformasi

Seperti apa sih seorang Aji?
Ya sesuai namanya, dia akan menampakan sosok, Muhamad Aji Hilmi Anugerah.
Meskipun ia sekarang brada dalam masa transformasinya.
Nantikan sosoknya barunya.

Sabtu, 04 Agustus 2012

"Ukhtiku Sayang"




Saban hari kian berganti
Demikian halnya
Dengan ranting-ranting pohon yang semakin menua
Masihkah engkau Ukhtiku yang dulu?
Yang menyulam harapnya dengan indah
Menanti cemasnya di beranda Cinta
Menata akhlaknya di tengah rimbunan mawar putih
Meniti citanya di atas jembatan emas
Dan menyatukan akalnya dalam air mata hikmah

Entah mengapa, Ukhtiku sayang
Saat kutatap guguran daun yang menguning
Oleh angin sepoi senja
Aku tiba-tiba mengingatmu

Ukhtiku sayang
Bisikan angin itu menghantarkan rindu
Walau dulu sempat kuberpikir
Apakah aku benar-benar sayang padamu?

Lantaran hadirnya sebuah kisah
Yang tak pernah kusangka didongengkan oleh putri suci sepertimu
Tetapi, manusia bisa khilafkan?
Bisikku lagi menepis ketidakpercayaanku
Dan itulah kelemahan kaum kita
Yang terkadang terlalu diperbudak ‘rasa’
Sehingga sulit dibedakan
Antara memberi dan menerima
Antara CINTA dan suka
Ataukah antara sahabat dan kekasih

Walau begitu
Aku berusaha sayang padamu
Sebab kutahu di balik semua itu
Kita berdua menata asa
Untuk saling memahami dan berbagi
Sehingga gerbang maaf harus kita buka
Aku tak tega benci padamu
Walau saat itu ada sebilah sembilu yang menancap tajam

Karena kudengar kabar bintang
Bahwa puteri suciku, saat ini berusaha
Menata dan memaknai diri
Kusaluti kegigihanmu, saudariku

Ukhtiku sayang
Moga CINTA ini tak goyah lagi oleh cerita senja
Sehingga aku benar-benar yakin engkaulah saudari terbaikku
Karena sekali lagi aku sayang padamu
Dan tak ingin melihat tubuhmu semakin miris
Oleh tikaman perasaanmu sendiri

Jangan dengar kata orang!
Karena aku dan dia hanya merangkai persahabatan
Tak ada yang lebih
Tapi jika itu lagi-lagi menyulut mutiaramu tumpah
Aku akan membendungnya
Dengan gurauan-gurauanku, hingga mendung tersapu mentari

Aku akan selalu di sisimu, meskipun harus mengabaikan dia
Bukankah CINTA bukan untuk dimiliki?
Bukankah kita hidup untuk saling berbagi
Baik itu suka, maupun duka
Jangan pendam laramu sendiri, sebab aku ada disini

Uhktiku sayang
Tolong dengarkan lantunanku
Masihkah engkau seperti yang dulu?
Ataukah jati diri itu telah kau temukan?
Mungkin saat kita berjumpa lagi
Kuingin melihatmu lain dan lebih dari yang dulu

Uktiku
Selamat malam ya!
Saat ini udara terlalu dingin
Untuk aku berlama-lama
Menatap rembulan dibalik jendela

Dengarkan aku, sebelum matamu terpejam
Jika kelak ‘rasa’ yang membuat dulu kita sempat, jauh hadir lagi
Jemputlah ia, bak setetes air yang jatuh di telapak tanganmu
Tapi jangan coba kau perangkap ia dalam genggaman
Sebab air itu pasti akan merembes kesela-sela jarimu
Biarkan telapak tanganmu tetap terbuka
Agar ‘rasa’ itu tidak pergi kemana-mana

Ukhtiku sayang
Mungkin aku hanya mampu mengarang kisah dalam imajiku
Karena guguran daun ternyata berganti tunas baru
Banyangmu lagi-lagi hadir
Bahwa tak mungkin kisah kelam akan terluang lagi

Karena hingga sekarang aku masih yakin
Engkaulah Ukhtiku yang tersayang

For : Vivi 86

Selasa, 12 Juni 2012

Gambaran Program UTS Pemrograman

secara teori dan Flow chart yang telah dibuat dari soal yang ada maka saya memberi gambaran jawaban seperti ini :

#include
using namespace std;
int main()
{
string nm;
int gol, an, is, jb, mk, kel, pk, pjk, tk, tj, tp, pb, gmk, ta, ti;
cout<<"masukan nama ";cin>>nm;
cout<<"anda memiliki keluarga? (1=ya, 0=tidak) ";cin>>kel;
cout<<"masukan jabatan\n";
cout<<"1 manager\n";
cout<<"2 kepala bagian\n";
cout<<"3 kepala seksi\n";
cout<<"4 supervisi\n";
cout<<"5 mandor\n";cin>>jb;
cout<<"masukan masa kerja ";cin>>mk;
cout<<"masukan golongan ";cin>>gol;

if(gol==1) gmk=mk/2*1000000*5/100;
else
if(gol==2) gmk=mk/2*2000000*5/100;
else
if(gol==3) gmk=mk/2*3000000*5/100;
else
if(gol==4) gmk=mk/2*4000000*5/100;
else
gmk=mk/2*5000000*5/100;

if(kel==1)
{
ti=gmk*0.15;
{
cout<<"masukan jumlah anak ";cin>>an;
if(an<=2) ta=an*1/100*gmk;
else ta=2*10/100*gmk;
}
}
else tk=0;
tk=ti+ta;

if(jb==1) tj=100/100*gmk;
else
if(jb==2) tj=80/100*gmk;
else
if(jb==3) tj=60/100*gmk;
else
if(jb==4) tj=40/100*gmk;
else
tj=25/100*gmk;

pk=gmk+tk+tj;

if(pk>=5000000) pjk=20/100*pk;
else
if(pk>=2000000) pjk=15/100*pk;
else
pjk=0;

pb=pk-pjk;
cout<<"gaji bersih "<
system("pause");
return 0;
}


program ini masih jauh dari kesempurnaan, kepada sahabat semua ditunggu koreksi dan masukannya,dan saya harap, kawan semua mampu membuat yang lebih bagus karena ini hanya gambaran, anda bisa mengmbangkan dengan fungsi switch, bisa pula menambahkan yang lain, selamat belajar.

Flow chart UTS Pemrograman

Inilah Flowchart UTS Pemrograman Dari Pak. Yulirarto berdasarkan soal (klik disini untuk soal) yang diberikan :

menurutku pribadi Flowchart ini ada kesalahan, yaitu tidak ada inputan anak, jadi menurutku flowchart yang tepat seperti ini :

namun Flowchart ini menurutku maasih salah, karena dimana seseorang yang bekerja kurang dari 2 tahun maka gajinya akan 0, meskipun golongannya 4, karena disana saat mk=1, lalu dibagi 2, mk akan mnjadi 0 karna hasil pembulatan dari integer, dan alhasil gmk pun akan 0, dan merembet hingga gaji bersih akan 0.

Soal UTS Pemrograman


UTS
MK : Dasar Pemrograman Komputer

Soal
Suatu perusahaan mempunyai sistem penggajian sebagai berikut :
Golongan            I               : Rp. 1.000.000
                           II             : Rp. 2.000.000
                           III            : Rp. 3.000.000
                           III            : Rp. 4.000.000

Masa Kerja diperhitungkan sbb. Setiap 2 tahun akan mendapatkan kenaikan gaji sebesar 5% dari Gaji Dasar.

Bagi karyawan  yang sudah berkeluarga mendapat tunjangan :
1.       Istri 15%
2.       Anak 10%/anak. Maksimum 2 orang anak.

Bagi karyawan yang mempunyai jabatan akan mendapatkan tunjangan sebagai berikut :
1.       Menejer  100% dari Gaj
2.       Kepala bagian 80%
3.       Kepala Seksi 60%
4.       Supervisi 40%
5.       Mandor 25%

Pajak Penghasilan bersifat progresif yaitu :
Pengahasilan dibawah Rp. 2000000 pajaknya 0%
Diantara Rp. 2.000.000 - Rp. 5.000.000 pajaknya 15%
Diatas Rp. 5.000.000 pajaknya 20%

Buat flowchart dan program untuk menghitung penghasilan karyawan di perusahaan tersebut.

Input : nama, golongan, keluarga, jabatan, masa kerja
Output : penghasilan bersih


Rabu, 09 November 2011

Burung, Mawar dan Tulip

aku burung yang mencari keindahan..
mencari makna hidup terindah..
menahan kesepian yang tek berujung..
mencari cahaya penerang jiwa..
menggetarkan dunia akan kesedihan..
di manakah keindahan berada..

kulihat..
di sana terdiam mawar..
keindahan tiada tara..
merona memancarkan pesona..
semerbak,harumu mencairkan jiwa..

wahai mawar, engaku penuh kesedihan..
terkaku merenung tanpa tawa..
mengingat hari-hari tanpa mentari..
merenung, atas kesakitan yang kau rasa..

aku coba mencari tawa untukmu..
menemanimu  dengan kicau ini..
membawamu ke keindahan dunia..
membawakanmu kebahagian..
namun kenapa kau selalu menyakitiku..
menyakiti dengan duri itu..

wahai mawar, apa yang harus aku lakukan untukmu..
aku hanya berjuang mengindahkanu, berkicau disampingmu..
namun yang ku rasa hanya kesakitan yang tak pernah berujung..
hanya sayap patah yang selalu engkau torehkan..
sayap yang siap membawamu ke dunia yang terindah..
namun engkau pilih tuk patakan sayap itu..
dengan duri tajam yang kau miliki..

wahai mawar..
ku tak sanggup melangkah lagi untukmu..
ku berjalan tanpa arah..
tak mampu terbang untuk hidup..
perlahan kematian semakin terasa..
detak jiwa makin tak terdengar..
dan ku terjatuh begitu dalam..

namun saat kubuka mata ini, berdiri pohon penuh keindahan..
yang senantiasa menyembuhkan luka yang tertoreh..
merindangi dikala terik mentari menusuk raga..
menghembuskan angin kehidupan yang sejuk..
memberi kenyamanan terindah tuk hati ini..
trimakasih, wahai pohon keindahan..
aku nyaman berada bersamamu..
dan menunggu luka ini sembuh..

wahai pohon keindahan, siapakah dinda gerangan..
dia tersenyum dan tersipu..
berbalik, dan sedikit menatapku dengan malu..
dan aku sadar..
dan seketika aku berkata..
wahai tulip..
terimakasih atas kebaikanmu..

wahai tulip..
izinkan aku membangun istana bersamamu..
menunggu indahnya langit malam..
memamdangi pesona bulan purnama..
yang di indahkan bintang-bintang malam..

bersamamu aku bahagia..
bersamamu aku merasa..
bersamamu aku mengerti..
arti kesederhanan..
kebahagiaan bukan kemegahan..
namun menemani kala suka dan duka..

saat aku bangun di pagi hari..
tak ada yang menemani..
wahai tulip mengapa engkau pergi..
saat itu mengerti..
tulip tidak hidup sepanjang tahun..
sungguh beruntung aku pernah melihatmu..

wahai tulip penuh keindahan..
meski engkau hanya bunga yang tertinggal..
engkau bunga yang disia-siakan..
engkau bunga yang tak diharapkan..
namun bersamamu aku merasa..
bersamamu aku ceria..
kau sederhana, namun kau indah..
tak ada duri yang kau miliki..
bunga sederhana nan elok..

wahai tulip..
benih ini akan kujaga..
untukmu aku disini..
menunggu kesembuhan luka-luka ini..
menunggu engkau kembali..
menunggu hari-hari penuh kebahagiaan..
menunggu..
menunggu..
menunggu..

sejenak kuteringat mawar..
mawar kini tinggal kenangan..
berkicau bersamamu..
kan selalu kuingat..
pedih perih yang kau berikan..
tak kan ku ingat lagi..

semua kenangan indah bersamamu..
akan kukenang hingga akhir hayat..
trimakasih mawar, kubelajar darimu..

belajar tak harus memiliki..
belajar menghargai yang sederhana..
belajar menjadi kebahagian tuk yang lain..

wahai mawar..
semoga kau mengerti..
arti dari luka ini..
luka yang slalu mengharapkebahagiaanmu..

semoga kau tau..
betapa besar, hal yang ingin kubagi bersamamu..
namun kenangan hanya kenangan..
kenangan indah akan kukenang..
dan kuhapuskan semua luka..

aku tau..
kau tak kan mau mendengar..
mendegar kicauwan ini lagi..

wahai mawar.. sejuta maaf untukmu..
salam untuk duri tajam yang kau miliki..
dan trimakasih tulip..
karnamu aku mengerti arti dari kesederhanan..